Des 17

FUNGSI PENGAWASAN

Mengapa Fungsi Pengawasan Diperlukan Manajemen?

Singkatnya untuk menghindari masalah dan juga meminimalisir penyimpangan yang merugikan.

Pengawasan dijalankan berdasarkan peraturan perusahaan dan peraturan perundang undangan serta Rencana Kerja  yang telah dibuat sebelumnya.

Ini yang harus ada dalam proses pengawasan

  1. Ada objek yang diawasi
  2. Ada aturan sebagai landasan dilakukan pengawasan
  3. Pihak atau personil pengawas
  4. Tindakan pengamatan

Siapa yang akan diawasi  dan mengawasi?

Semua yang ada didalam perusahaan tanpa terkecuali.

Yang mengawasi pertama adalah atasannya masing masing sedang yang mengawasi manajemen adalah  Pemilik perusahaannya. bisa dari eksternal atau komisarisnya.

Jenis Pengawasan

Umumnya 3 jenis pengawasan yang biasa diterapkan pada perusahaan dalam mengontrol bisnis prosesnya:

  1. Pengawasan Preventif dan Represif
  2. Pengawasan Aktif dan Pasif
  3. Pengawasan Internal dan Eksternal

 

  1. Pengawasan Preventif dan Represif

Pengawasan ini adalah mengenai waktu pelaksanaan pengawasan, kapan pengawasan akan dilakukan? Sebelum atau sesudah dilaksanakan kegiatan? mana yang lebih baik?

Pengawasan Preventif

Sedia payung sebelum hujan“. Atau “Mencegah lebih baik daripada mengobati

Peribahasa ini sering kita dengar dan iItulah gambaran pengawasan preventif yaitu pencegahan.

Mencegah terhadap kecurangan, kerugian, kerusakan, kelalaian atau sesuatu yang buruk terjadi serta sesuatu yang tidak diinginkan terjadi sebelum kegiatan tersebut dilakukan, sehingga potensi penyimpangan bisa dicegah sedini mungkin.

 

Pengawasan represif kebalikan dari pengawasan preventif yaitu pengawasan dilakukan saat segala sesuatu sudah terjadi atau selesai, bukan di awal sebelum kegiatan dilakukan.

 

Fungsi pengawasan represif ini bersifat evaluasi. Gunanya: mencegah penyimpangan yang bisa terjadi dikemudian hari juga mengevaluasi strategi yang sudah dijalankan: dipertahankan apa tidak.

 

  1. Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan aktif dan pasif berkaitan dengan seberapa dekat pengawasan itu dilakukan. Dekat atau jauh. Langsung atau tidak langsung. Berada dilokasi atau tidak dilokasi dilihat langsung atau tidak.

Pengawasan aktif adalah pengawasan yang dilakukan ditempat kegiatan dilakukan. Disaksikan secara langsung dilokasi oleh yang mengawasi, istilahnya  On the spot.
Pengawasan pasif kebalikan dari pengawasan aktif. Tidak diawasi secara langsung dilokasi dari jauh pengawasnya tidak ada ditempat

  1. Pengawasan Internal dan Eksternal

Laporan internal dan eksternal berkaitan dengan ini pihak yang melakukan pengawasan. Atau siapa pengawasnya: orang dalam atau orang dari luar perusahaan. Pengawasan Internal

Pengawasan internal adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan itu sendiri.

Pengawasan internal bisa melakukan pengawasan secara langsung atau tidak langsung. Aktif atau pasif. Preventif atau represif.

Pengawasan Eksternal adalah kebalikannya. Pengawasan dilakukan oleh pihak dari luar perusahaan.

  1. Pengawasan kebenaran formil dan Materiil

Pengawasan kebenaran formil adalah pengawasan terhadap segala sesuatu berdasarkan bukti yang tersedia bukti

Sedangkan Pengawasan kebenaran Materiil ini tidak hanya mencari bukti pengadaan kendaraan tersebut.

pengawasan yang mana yang perlu dijalankan?

Semuanya harus dijalankan tanpa terkecuali semua jenis pengawasan diatas sangat diperlukan baik Pengawasan aktif dan pasif, internal dan eksternal, preventif dan represif, juga formil dan materiil.

Semakin banyak pengawasan semakin kecil peluang penyimpangan,  penyimpangan kecil: tujuan manajemen mudah tercapai. Tapi juga harus diingat: jangan lebih besar pasak dari pada tiang. Biaya pengawasan jangan justru jadi beban.

Pengawasan memang butuh biaya. Uang, waktu dan tenaga. Jangan sampai pengawasan justru membuat biaya membengkak. Dan membatasi ruang gerak. Dan memagari kreatifitas. Fungsi pengawasan dilakukan untuk mengatasi masalah. Bukan untuk membuat masalah baru.

 

Terima kasih.

Sugiarto Munandar (SPI)

 

 

Agu 16

Sambut HUT ke-4, Jamkrida Banten Bantu Saspras Sekolah

Direktur Utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman (tengah kanan) bersama Direksi PT. Jamkrida Banten saat memberikan simbolis bantuan ke MTS Miftahussa’adah Assamuniyah Cikande, Kamis (16/8/2018)

SERANG, JAMKRIDA BANTEN – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 pada tanggal 24 September nanti, PT Jamkrida Banten selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten di bidang penjaminan daerah, memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk dua Sekolah Dasar lingkungan Kota Serang dan satu Sekolah Madrasah di wilayah Cikande. (lebih…)

Mar 22

Bank Banten Support Jamkrida Banten

PT Jamkrida Banten bersama Bank Banten saat gelar gala Dinner di Hotel Horizon Ratu, Kota Serang, Rabu (21/3/2018)

SERANG, JAMKRIDA BANTEN – Mendapat support penuh dari Bank Banten, PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Banten menggelar malam apresiasi bertajuk Gala Dinner Harmoni Persahabatan (HARAPAN) di salahsatu Hotel di Kota Serang, Rabu (21/3/2018) malam. (lebih…)

Sep 21

Jamkrida Banten Dapat Rating Pemeringkatan

Direktur PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachma

SERANG, JAMKRIDA BANTEN – Memasuki usia yang ke-3, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkirda) Banten memberanikan diri melakukan pengajuan pemeringkatan ke PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yaitu salahsatu lembaga pemeringkat yang diakui oleh Bank Indonesia (BI). Hal hasil PT. Jamkrida Banten mendapatkan peringkat “idBBB-“ (stabil).

Direktur PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman, yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, bahwa tujuan PT. Jamkrida Banten mengajukan pemeringkatan ke PT. Pefindo, yaitu guna mengetahui hasil penilaian mengenai tata kelola perusahaan khususnya pengelolaan risiko meliputi Risiko Industri (Industry Risk), Risiko Bisnis (Business Risk), dan Risiko Keuangan (Financial Risks). Mengingat tiga risiko tersebut juga dijadikan dasar pengukuran oleh Pefindo.

Selain itu, guna dapat bekerjasama dengan Bank Umum Nasional untuk melakukan penjaminan kredit/pembiayaan yang disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Banten. Serta juga agar dapat menjamin proyek-proyek yang dibiayai oleh perusahaan yang berbadan hukum BUMN.

“Alhamdulillah, jelang diusia 3 tahun berdirinya PT. Jamkrida Banten ini, telah mendapat peringkat poin idBBB-“ (stabil) dari PT. Pefindo, yang artinya bahwa batas minimal tata pengelolaan dan prospek kita hasilnya bagus. Namun kita masih lemah di modal,” ujar Hendra, Rabu (20/9).

Hendra menambahkan, bahwa untuk mengajukan pemeringkatan tersebut tidaklah mudah dan dapat beresiko, karena tidak semua lembaga penjaminan yang berani melakukan pemeringkatan. Kalau ternyata peringkatnya jelek, maka raportnya pun terlihat jelek.

“Kita berharap kepada lembaga-lembaga pembiayaan umum atau Bank-Bank besar saat ini, untuk membuka pintu dengan kita. Karena, syarat pemeringkatan sudah kita kantongi,” ungkap Hendra.

Diketahui, menurut data yang diterima perihal analisis pemeringkatan oleh PT. Pefindo bahwa PT. Jamkrida Banten memegang peranan penting bagi pemegang saham, karena Jamkrida Banten didirikan untuk mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Banten melalui penjaminan kepada UMKM yang belum bankable, sehingga akan menumbuhkan kegiatan bisnis dan lapangan kerja.

Selain itu, Pefindo berpandangan bahwa PT. Jamkrida Banten saat ini banyak bermitra dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), koperasi simpan pinjam untuk menjamin UMKM, dengan rasio klaim yang cukup tinggi. Serta, return on average asset (ROAA) PT. Jamkrida Banten akan tetap rendah dibawah 2,0% dalam jangka menengah. (awm)