Nov 29

Strategi Marketing untuk Bisnis Jasa atau Pelayanan

Strategi Marketing untuk Bisnis Jasa atau Pelayanan
[Posted : Sugiarto Munandar]

Strategi marketing memiliki peranan penting dalam menjalankan bisnis jasa. Strategi marketing yang sudah dipersiapkan dengan matang maka akan memudahkan dalam mempromosikan jasa kepada calon pelanggan serta dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Untuk itu di bawah ini akan dijelaskan mengenai strategi marketing untuk jasa atau pelayanan.

Pengertian Strategi Marketing untuk Bisnis Jasa

Strategi marketing adalah usaha untuk mengarahkan dan menciptakan suatu standar tertentu dalam kehidupan masyarakat.

Bisnis jasa adalah bisnis yang menjual layanan kepada para konsumen yang membutuhkan. Dalam menjalankan bisnis jasa, juga dibutuhkan adanya strategi marketing. Tapi sebelum menentukan strategi marketing yang akan digunakan, perlu diperhatikan bahwa strategi marketing jasa berbeda dengan strategi marketing bisnis yang menyediakan produk atau barang.

Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung, oleh karena itu bisnis jasa mengukur keberhasilan strategi pemasaran dengan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen.

Jadi, strategi marketing untuk bisnis jasa adalah usaha dalam memberikan layanan kepada konsumen

Tujuan Strategi Marketing

  • Supaya konsumen dapat mengetahui jasa yang ditawarkan secara rinci.
  • Mengenalkan jasa kepada calon pelanggan dengan cara dan langkah yang cocok dan tepat.
  • Strategi marketing digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan oleh perusahaan.

Strategi Marketing untuk Bisnis Jasa

Untuk menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan maksimal, berikut ini strategi marketing untuk bisnis jasa yang patut Anda perhatikan.

  1. Memberikan Pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan.
  2. Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.
  3. Di sisi lain, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang didapatkan konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.
  4. Menggunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen.
  5. Menyesuaikan budaya yang berkembang pada saat ini. Karena peluang pasar bisnis pasar jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini.

Karakteristik Bisnis Jasa

Untuk membedakan produk jasa dengan produk barang, jasa memiliki karakteristik yang luas. Karakteristik tersebut menyebabkan suatu implikasi yang penting dalam pemasaran jasa. Jasa memiliki empat karakteristik utama yang dapat mempengaruhi rancangan program, yaitu:

1) Tidak Berwujud (Intangibility)

Jasa merupakan hal yang tidak dapat dilihat, diraba, dirasa, didengar, dicium, atau menggunakan indra lainnya sebelum jasa itu dibeli. Hal tersebut membedakan jasa dengan hasil produksi berupa barang dari perusahaan.

Wujud dari suatu produk jasa, seperti perbuatan, penampilan, atau sebuah usaha lainnya yang tidak dapat disimpan, dipakai, atau diletakan di suatu tempat yang diinginkan. Wujud produksi jasa ini dapat memberikan pengalaman serta dapat mempengaruhi kepuasan konsumen.

2) Tidak Terpisahkan (Inseparability)

Jasa tidak terpisahkan dari penyedia pelayanan atau jasanya. Jika seorang karyawan memberikan jasa atau pelayanan, maka karyawan menjadi bagian dari proses pelayanan tersebut, karena konsumen juga hadir pada saat jasa diberikan.

3) Bervariasi (Variability)

Jasa sangat banyak variasinya karena jasa selalu tergantung pada siapa yang menyediakan dan kapan hal itu terjadi, serta dimana jasa itu dilakukan.

4) Tidak Tahan Lama (Perishability)

Suatu jasa tidak dapat disimpan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tidak tahan lamanya jasa tidak jadi masalah bila permintaan tetap. Tetapi, jika permintaan akan jasa tersebut berfluktuasi, maka perusahaan jasa dapat menghadapi masalah.

Bisnis jasa yang dijalankan akan berjalan lebih optimal jika menerapkan strategi marketing yang tepat. Dengan strategi marketing untuk bisnis jasa, maka bisnis jasa akan lebih terarah dan mencapai target yang ingin dicapai.

(sumber Fredrick Rieuwpassa)

Apr 26

Pentingnya Integritas Dalam Kehidupan Bekerja

Pentingnya Integritas Dalam Kehidupan Bekerja
[posting by : Sugiarto Munandar]

Sebelum lebih jauh membahas dengan apa pentingnya arti dari integritas, mungkin lebih baik kita tahu terlebih dahulu mengenai artinya dari integritas itu sendiri….

“Integritas yang sesungguhnya adalah melakukan hal yang benar, dengan mengetahui bahwa orang lain tidak mengetahuinya apakah kau melakukannya atau tidak ” – Oprah Winfrey

Untuk saya pribadi definisi integritas itu sebenarnya sangat simpel, yaitu “Melakukan sesuai secara benar sesuai dengan kita yakini benar dan tidak takut orang lain mengetahui apa yang kita lakukan”

Pembahasan mengenai integritas secara keseluruhan akan menghabiskan banyak halaman, jadi untuk artikel ini saya akan membatasi sampai mengenai pentingnya integritas untuk kehidupan bekerja saja.

Apa sih untungnya integritas?

Secara komunitas dan sosial, bertindak secara integritas akan memberikan kontribusi langsung kepada tumbuhnya tingkat kepercayaan kerja dari lingkungan kantor yang akan mendukung kenaikan performa kinerja tim/grup di kantor.
Sedangkan secara individu, bertindak secara integritas dapat memberikan dan kepuasan diri sendiri dan ketenangan dalam bekerja.

Hasil nyata yang didapatkan dari bertindak secara integritas memang membutuhkan waktu, karena mendapatkan kepercayaan dari lingkungan bekerja itu harus diusahakan, bukan diberikan secara cuma-cuma.

… Kebanyakan orang yang tidak bertindak secara integritas itu karena menginginkan keuntungan secara cepat, tanpa peduli dengan resiko kehilangan keuntungan jangka panjang yang sebenarnya jauh lebih bernilai dan berkesinambungan…

Kebanyakan orang yang tidak bertindak secara integritas itu karena menginginkan keuntungan secara cepat, tanpa peduli dengan resiko kehilangan keuntungan jangka panjang yang sebenarnya jauh lebih bernilai dan berkesinambungan.
Contoh nyatanya Orang yang terbukti melakukan tindakan tidak benar (fraud) di pekerjaannya hampir dipastikan akan dikeluarkan dengan segera, dia akan kehilangan pekerjaan, dan akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru karena dipastikan akan mendapatkan rekomendasi buruk dari tempat bekerjanya, bahkan mungkin bisa berlanjut hingga ke pengadilan.
Tentunya ini akan merugikan dia seumur hidupnya beserta orang-orang terdekat yang ada disekitarnya.
dan Kebanyakan kasus seperti ini, nilai ekonomis yang didapatkan jauh lebih kecil dari apa yang dikorbankan.

“Reputasi selama ribuan tahun bisa pupus dengan tindakan sedetik”

 

Bagaimana cara memupuk integritas dalam diri sendiri?

  • Pertama-tama kita harus sadari bahwa melakukan hal yang tidak benar adalah bertentangan dengan agama manapun juga.
  • Pertama-tama, kita harus tanya terlebih dahulu menyadari pentingnya dan keuntungan integritas bagi kehidupan kita.
  • Setiapkali diperlukan untuk memilih keputusan, terutama yang akan memberikan keuntungan untuk diri sendiri, ambillah pilihan yang sesuai dengan nilai kebenaran yang diyakini dan pastikan lakukan refleksi dengan pilihan yang telah diambil.
    ” Apakah kita merasa nyaman dengan pilihan yang saya ambil? ”
    ” Apakah saya takut orang lain tahu? ”
    ” Apakah saya harus bohong jika orang lain menanyakannya? “
  • Diskusikan dengan atasan dan teman2 anda lainnya, karena difinisi dari “benar” dan “salah” bisa berbeda antara individu.
  • Diskusikan dengan orang terdekat anda. Pelajari masalahnya, efeknya, “trade-off” nya, “cost and benefit” nya
  • Dengarkan hati kecil mu.

Akhir Kata…..

Integritas adalah nilai dasar yang sangat dibutuhkan dan dihargai oleh semua perusahaan. Bekerja dengan integritas akan meningkatkan peluang untuk bisa penghargaan dan mendapatkan karir yang jauh baik.

“Berani Jujur! ”

(Sumber Atri Singgih Head E Commerce & Digitalisation Department at AEON INDONESIA, PT)

Feb 22

Industri Penjaminan

Industri Penjaminan

(posted : Sugiarto Munandar)

Industri penjaminan pertama kali dibentuk di Eropa pada  1848 melalui metode guarantee fund (dana penjaminan). Pada tahun tersebut, guarantee fund yang dimaksud merupakan jaminan mutual (timbal balik) yang dikelola oleh sekelompok pengusaha yang disokong oleh dana mereka sendiri yang menyediakan jaminan kredit satu sama lain. Dalam perkembangannya, kini menjadi lembaga keuangan yang mandiri.

Saat ini, terdapat sekitar 2.250 sekma penjaminan di seluruh dunia yang dilaksanakan di hampir 100 negara. Hampir semuanya lembaga tersebut bermuara pada pemberian dukungan akses kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

di Jepang dan negara-negara Uni Eropa, industri penjaminan menjadi syarat dan garda terdepan dalam mengangkat perekonomian. disana, lembaga keuangan cukup sulit memberikan akses permodalan UMKM jika mendapatkan penjaminan dari industri penjaminan ”

di Jepang, terdapat 52 perusahaan penjaminan disetiap provinsi. Konsepnya adalah meengasuransikan jaminan dalam rangka memitigasi risiko penjaminan. Kepemilikannya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Di Jepang, mereka memiliki sistem database untuk memantau perkembangan UMKM.

Korea Selatan memiliki jumlah perusahaan penjaminan yang lebih sedikit dari jepang, yakni tiga institusi penjaminan kredit. Ketiganya bersifat non profit dan memiliki prioritas kepada UMKM yang berbasis information technology (IT). di Jepang UMKM tidak membutuhkan agunan fisik untuk mendapatkan kredit dari perbankan. Seperti juga Jepang, Korea juga memiliki database UMKM yang valid.

Di Malaysia, penjaminan kredit diperankan oleh Credit Guarantee Corporation (CGC).  Kepemilikan CGC sebesar 79,3% dimiliki oleh Bank Negara Malaysia (BNM), sementara 20,7% dimiliki oleh bank umum dan perusahaan keuangan. Penjaminan kredit di negara ini diperuntukkan bagi usaha baru, usaha yang didirikan oleh pengusaha muda, franchising, promosi ekspor, memperbaharui mesin dan alat produksi.

Kemudian di Thailand, penjaminan kredit diselenggarakan oleh Small Industry Credit Guarantee (SICGC). SICGC dimiliki oleh Menteri Keuangan, dan sejumlah lembaga keuangan. Adapula perusahaan penjaminan yang dimiliki oleh Thai Bankers Association dan Krung Thai Bank PLC. Penjaminan di negara ini berlaku bagi semua jenis usaha.

Di Indonesia, penjaminan dilakukan oleh Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) sebagai BUMD dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) sebagai BUMN dan perusahaan swasta lainnya baik Konvensional maupun Syariah yang semuanya tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo).

(data sumber infobank)

Setelah beberapa indutsri diprediksikan terancam adanya distrupsi termasuk perbankan dan Asuransi. Namun beberapa peluang sengaja diciptakan pemerintah yakni yang beberapa tahun lalu membuat undang — undang nomor 1 tahun 2016 tentang Penjaminan.

Undang undang tersebut memisahkan produk — produk yang sebelumnya dapat dijual oleh perusahaan Asuransi dan perbankan menjadi suatu keharusan untuk membentuk entitas tersendiri.

Untuk lebih mengenak apa itu Asuransi dan Penjaminan, yang sekilas sama berikut definisi dari beberapa undang-undang terbaru nya :

“Definisi Penjaminan adalah kegiatan pemberian jaminan oleh Penjamin atas pemenuhan kewajiban finansial Terjamin kepada Penerima Jaminan( undang –undang no 1 tahun 2016 — Penjaminan )

Sementara definsi Asuransi

Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk:

  • memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau
  • memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana “( Undang — Undang No 40 Tahun 2014 — Perasuransian)

Saat ini, jumlah bank di Indonesia sekitar 116 bank ( belum termasuk BPR) dan perusahaan Asuransi di Indonesia sekitar 76 perusahaan Asuransi. Memang  tidak semua menjual produk Penjaminan, pertumbuhan Bisnis Penjaminan juga belum banyak mendominasi pertumbuhan indutri Asuransi. Rata-rata pemain masih lebih aman bermain di area Asuransi umum. Hal ini disebabkan karena Penjaminan yang sifat dan karakter bisnisnya cukup rumit dan mempunyai jalur ke Keuangan perusahaan serta penyelesaian hukum.

Melihat potensi ini,maka dari sisi yang lebih tinggi, adanya industry baru  ini memiliki beberapa hal positif untuk dicermati, diantaranya :

  1. Manajemen Baru

Dengan berkembangya perusahaan pernjaminan setidaknya banyak investor yang akan melakukan perijinan akan membuka peluang kursi manajemen baru, diperkirakan banyak nya kesempatan ini membuka peluang bagi kursi direksi yang kebanyakan diperkirakan dari perbankan dan Pembiayaan dan perasuransian. Apalagi saat ini regulator sangat ketat mempersyarakan pertanggungjawaban Direksi dibagi menurut bidang yang spesifik. Setidak nya peluang adanya kursi direksi bagi senior di bidang perbankan/penbiayaan/Asuransi lebih terbuka kesempatan ini.

  1. Asosiasi Baru.

Seperti diketahui munculnya industri baru merupakan peluang munculnya asosiasi baru, asosiasi-asosiasi ini membantu indutri untuk bertahan dan memperkuat para pemain naik dari segi regulasi maupun menjaga aturan main agar tetap sehat di internal industry. Melalui asosiasi baru, suatu industry dituntut untuk memberikan perannya lebih maksimal bagi pertumbuhan ekonomi secara makro. Tidak bisa dipungkiri pemerintah memiliki hak dan kewajiban untuk menumbuhkan sektor-sektor yang dianggap mampu mempercepat pertumbuhan industri.

  1. Agen Pemasaran Baru

Tidak bisa dipungkiri, peran agen atau para Pemasar ini diperlukan dalam memasarkan produk dan mengedukasi masyarakat, lain halnya dengan perbankan dimana masyarakat telah melek dan tanpa perlu lagi di edukasi pentingnya menabung,Agen/pemasar  perusahaan pembiayaan juga saat ini gencar berkolaborasi dengan produk-produk kebutuhan masyarakat dalam memberikan pembiayaannya, disisi lain Asuransi masih terus memiliki pekerjaan rumah melalui agen –agen/ pemasar untuk terus mengedukasi masyarakat untuk berasuransi.

Lihat saja bagaimana Agen Asuransi jiwa yang saat ini mampu memperkerjakan ribuan pekerja bahkan memberikan reward khusus kelas international jika agen tersebut berprestasi. Maka hadirnya indutri Penjaminan akan membuka peluang kerja baru bagi pemasar untuk terus secara tidaklangsung memberikan pertumbuhan ekonomi

  1. Lembaga Sertifikasi baru

Saat ini semua indutsri sedang berusaha untuk melakukan pengakuan SDM nya melalui sertifikasi yang didesain sebagai upaya untuk dapat memajukan dan memperbaiki system di suatu industri. Lihat perbankan membentuk BSMR untuk mendidik para pimpinan bank, bagaimana Industri Akuntansi membentuk sertifikasi Akuntan, bagaimana industri Asuransi membentuk tenaga aktuaris.

Dibentuknya Lembaga Sertifikasi ytang secara specific akan membuat nilai SDM Indonesia dalam kanca regional maupun internasional lebih dapatr bersaing dan berbicara secara mendetail tentang suatu indutri tertentu. Layaknya dokter maka lulusan dokter umum akan berbeda berbicara kedalaman materinya dibandingkan dengan dokter specialis.

  1. Munculnya rintisan usaha ikutan

Belajar dari beberapa industry yang sudah berjalan, bebebrapa persuahaan bahkan bisa menelurkan anak usaha yang mungkin bisa berlintasan di lain bidang industri. Misalnya perbankan bisa memiliki anak usaha yang bergerak di bidang property , atau Asuransi bisa memiliki anak usaha perusahaan IT / Konsultan SDM dan sebagainya. Lihat saja di industry Asuransi, cukup banyak lini usaha ikutan sejak di kenalnya Asuransi di Indonesia sebut saja Broker, Assesor, Agen, Adjsuter , regaransi, Litigator dsb dan imbasnya cukup signifikan kepada industry lainnya.

Namun disisi lainnya, perebutuan kue pangsa pasar tetap terjadi, kue yang selama ini dinikmati oleh Asuransi dan Perbankan menjadi harus terbagi oleh hadirnya industri baru tersebut. Anggaran Negara untuk Asuransi /Penjaminan yang selama ini hanya dinikmati oleh perbankan dan Asuransi harus dibagi lagi kepada pemain di industri Penjaminan.

Selama produk Penjaminan di pegang oleh Asuransi juga melalui berbagai macam rintangan yang tidak sedikit, produk Penjaminan ini banyak menghadapi permasalahan mengenai persaingan service charge, permasalahan dispiute antara pemegang jaminan dan penjamin hingga permasalahan wanprestasi dan litigasi di pengadilan.

Cukup rumitnya indutrsi Penjaminan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Negara-negara di dunia yang memiliki lembaga khusus Penjaminan untuk menyelaraskan antara proses hukum dan proses Bisnis.

Namun perlu diingat kembali pemerintah selaku regulator harus juga tegas dalam mengatur aturan main dan tidak segan memberikan sanksi bagi pemain yang merugikan industry. belajar dari beberapa regulasi yang diterapkan untuk beberapa industry beberapa sarat akan kepentingan dan tidak bisa berjalan baik bagi industry itu sendiri.

Semoga dengan hadirnya undang-undang Penjaminan tersebut mampu menjadi jawaban apa yang diharapkan oleh pemerintah bahwa pertumbuhan terus terjadi dan yang tidak kalah penting munculnya SDM Indonesia yang dapat berbicara secara spesifik menuju kelas Dunia.

 

Referensi:
*http://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/regulasi/lembaga-jasa-keuangan-khusus/undang-undang/Documents/Pages/Undang-undang-Nomor-1-Tahun-2016-Tentang-Penjaminan/UU%20Nomor%201%20Tahun%202016%20Tentang%20Penjaminan.pdf
*https://www.kompasiana.com/exo_sura/5a672428dd0fa81883028022/industri-baru?page=all