Hiu Kecil

11 Nov    Opini  

Perputaran ekonomi yang sekarang semakin berat, menuntut semua pengusaha sebagai pelaku ekonomi untuk berfikir keras demi kemajuan perusahaannya.

Begitu pula di PT. Jamkrida Banten yang harus berfikir keras demi perkembangan perusahaan, karena dengan cara itulah yang dapat dilakukan yang akhirnya akan memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif yang menjadi sebuah icon atau identitas perusahaan tersebut.

Sedikit bercerita tentang “ Berfikir keras ” kata tersebut mengingatkan saya pada sebuah quotes yang dibawakan oleh Mas Bro, Roly Rachmat Suyono, beliau adalah seorang Kadiv. Teknik Penjaminan di PT. Jamkrida Banten. Mas bro Roly mengutipnya dari Mbah Google dari akun yang bernama princess_fafa23. Tentang seorang nelayan Jepang.

“ Suatu ketika, seperti biasa para nelayan yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya oleh warga sekitar yang ingin membeli ikannya. Warga yang tidak sabar menyerbu para nelayan tersebut, namun sangat disayangkan hasil tangkapan ikan pada hari itu dalam kondisi sudah mati, sedangkan warga menginginkan ikan dalam kondisi segar.

Alhasil penjualan ikan pada hari itu tidak laku dan para nelayan berfikir keras bagaimana caranya agar ikan hasil tangkapannya bisa diterima oleh warga. Kemudian para nelayan mendapatkan ide yaitu dengan memasukan ikan – ikan mati tersebut kedalam freezer. Dengan penuh harapan nelayan kembali ke darat dan menjual ikan yang di dalam freezer tersebut, tapi warga enggan membeli ikan tersebut dengan alasan ikan mati walau dimasukan ke dalam freezer kondisinya tidak sesegar ketika masih hidup.

Kemudian para nelayan pun berfikir keras lagi bagaimana caranya agar ikan hasil tangkapannya masih dalam kondisi hidup. Didapatkanlah lagi sebuah ide yaitu dengan memasukan ikan-ikan ke dalam sebuah tong yang diisi air, dengan harapan ikan-ikan akan tetap hidup setelah setibanya ke darat.

Tapi apa yang terjadi warga kembali menolak ikan yang masih hidup tersebut dengan alasan “ Mana mungkin aku percaya bahwa ikan ini masih segar sedangkan kondisi ikan sudah lemas dan tak bergerak lincah”.

Dengan penuh kecewa nelayan kembali melaut sambil terus berfikir bagaimana cara ikan bisa hidup dalam kondisi masih segar. Lalu seorang nelayan menemukan ide lagi dengan cara memasukan ikan hiu kecil ke dalam tong yang berisikan ikan-ikan hasil tangkapannya.

Apa yang terjadi kali ini ? warga menyukai ikan-ikan tersebut karena bergerak lincah kesana-kemari saling bekejar-kejaran dengan hiu kecil yang telah dimasukan agar tidak dimangsa dan dapat mempertahankan hidup.

Cerita tersebut menginspirasi kita bahwa di dalam kehidupan pun kita memerlukan “ ikan hiu kecil “ untuk membuat kita tetap berfikir dan bergerak karena diam adalah mati. Apa yang mebuat kita diam ? ketika kita tidak mempunyai masalah dan berada di “zona nyaman” yang membuat diri kita terlena dengan segala kenyamanan.

Begitu pula dengan PT. Jamkrida Banten yang selalu bergerak dan berinovasi hal tersebut tidak lain dan tidak bukan yaitu untuk keluar dari zona nyaman.

Inovasi yang dilakukan oleh PT. Jamkrida Banten ialah dengan meluncurkan aplikasi yang dapat mempermudah para mitranya untuk membuat setifikat penjaminan dan kemudahan dalam membuat jaminan surety bond  hanya dengan proses seluler cepat dan mudah.

Aplikasi ini dinamakan JiBi Mobile dan dapat langsung didownload di Play store atau masuk ke link. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sarmuni.jbmobile.

By. Humaeni