Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompentensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Penjaminan

10 Des    Berita  

Sebagai industri yang tergolong baru di Indonesia, Perusahaan Penjamin memiliki peran penting dalam proses pengembangan sektor UMKM khususnya pelaku UMKM yang feasible namun unbankable.  Dengan pentingnya peranan Perusahaan Penjaminan tersebut dan untuk menciptakan iklim industri yang ideal maka Perusahaan Penjaminan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten falam melaksanakan jasa penjaminan. Salah satu azas penyelenggaraan usaha penjaminan adalah profesionalisme.  Profesionalisme adalah asas yang menjamin bahwa pelaksanaan penjaminan dilakukan berdasarkan keahlian, pengalaman dan integritas.

Otoritas Jasa Keuangan dalam POJK bidang Penjaminan telah mengatur bahwa pengurus perusahaan wajib memiliki sertifikat keahlian di bidang manajemen risiko dari Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang manajemen risiko demikian pula dengan tenaga ahli wajib memiliki sertifikasi keahlian dari Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang Penjaminan. Sehubungan dengan kebutuhan untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja tersebut, diperlukan penyusunan dan pengembangan standar kompetensi bidang Penjaminan.

Dalam rangka pembakuan RSKKNI (Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Penjaminan, OJK menyelenggarakan Konvensi Nasional RSKKNI yang bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas dari stakeholders yang terkait.

Acara konvensi tersebut diselenggarakan OJK bertempat di Hotel Hilton Bandung, pada tanggal 31 Oktober 2019  dengan mengundang semua perusahaan penjaminan selindo termasuk Jamkrida Banten,  pihak akademisi dari Perguruan Tinggi, dan pihak Kementrian Tenaga Kerja RI.

Dari acara dimaksud telah disepakati rumusan baku RSSKNI hasil konvensi nasional dan selanjutnya mulai tahun 2020 akan segera direalisasikan dan dipergunakan oleh perusahan Penjaminan. (Roly)