Marketing Jahat

25 Nov    Opini  

Pernah mendengar ada istilah Teknik Marketing Jahat? Pernah lihat penjual buah naga pake mobil pick-up, dengan papan bertuliskan 10.000. Waaah,, dengan tatanan buah yang rapi serta tampilan buah yang merah menggoda, akhirnya saya melipir mendekati mobil buah tersebut.

“Mas, ini 10.000?” Sambil nunjuk buah naga

“Yang itu 20.000 mbak” sambil ngelap timbangan

“Terus yg 10.000 yang mana?”

“Itu yang dikeranjang bawah mbak” sambil nunjuk buah yang tampilannya udah jelek hampir busuk

“Yaelah mas, terus ngapain papan harga 10.000 tapi dipajang dibawah buah yang harga 20.000!”

Penjualnya cuma senyum-senyum, bikin gedek.

Masih berusaha berfikir positif, di lain waktu ada penjual rambutan, kebetulan saya suka sekali dengan rambutan, terlihat warna merah dan ukuran buahnya besar-besar, diikat dengan cantik lengkap dengan papan kardus besar bertuliskan harga 5000.

“Mas, rambutannya 2 kilo ya”

Lalu penjual mengambil wadah timbangan langsung serok rambutan dari keranjang bawah.

“Lho mas kok yang itu, aku mau yang di iket itu yang harga 5000” sambil nunjuk rambutan yang ditata diatas

“Yang itu 15.000 mbak” kata penjualnya

Ya Tuhan kena prank lagi.

Oke, cukup 2 kali saya tertipu, jangan sampai nambah lagi.

“Mie ayam rakyat, harga merakyat, porsi nikmat, hanya 4000”

Ada fotonya juga, yang menampilkan semangkok penuh mie ayam lengkap dengan ceker dan pangsit gorengnya. Sungguh menggugah selera.

Apa bener harganya 4000?

Jiwa yang penasaran ini ingin membuktikan segera, lalu meluncurlah saya ke TKP.

“Buk, mie ayam 1 ya”

Tak lama pesanan saya jadi, dan,, taaraaaa,,,

Mangkok putih gambar ayam jago itu, hanya berisikan seperempat bagian saja.

Tak seperti foto saat postingan iklan.

“Buk, tadi aku lihat gambarnya di iklan kok mie nya penuh ya dimangkok” nekat bertanya

“Ooo yang itu harga 8000 mbak” dia jawab tanpa rasa bersalah.

“Mbaknya mau yang harga 8000 ta?” Tawarnya

“Ndak usah buk ini aja” jawab dengan muka bete

“Udah gak mood makan abis kena prank, percuma nawarin!” Gerutuku dalam hati.

Marilah sama-sama kita jadi penjual yang jujur, karena saya sendiri juga penjual online.

Jangan memberikan ekspektasi terlalu tinggi padahal tidak sesuai dengan realita.

Jelaskan harga dan kualitas barang daganganmu, tanpa menjebak pembeli dengan label harga murah tapi ditulis pada barang yang berharga mahal.

Jika memang harga bervariasi tuliskan saja range harganya.

Jangan ngeprank pembeli, sakit tau rasanya diprank.

Ayolah,, jadi penjual yang cerdas, masih banyak tehnik marketing yang bisa menarik pembeli.

Mungkin sebagai pembeli merasa tidak enak, jadi dia tetap membeli daganganmu, tapi sebenarnya hatinya tidak ridho karena merasa dibohongi, dan itu bisa membuat rezekimu tidak berkah.

  1. Marketing

Pemasaran atau marketing adalah suatu rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Caranya dengan membuat produk, menentukan harganya, tempat penjualannya dan mempromosikan produk tersebut kepada para konsumen. Atau definisi marketing yaitu perpaduan antara aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perusahaan dapat mengembangkan produk, harga, pelayanan dan melakukan promosi supaya kebutuhan konsumen dapat terpenuhi serta perusahaan mendapatkan keuntungan. Itulah beberapa penjelasan mengenai marketing pilih yang mana saja karena semua intinya sama.

Marketing memang sangat erat kaitannya dengan aktivitas kehidupan kita sehari-hari sebab objeknya ialah Konsumen. Biasanaya kita sebagai konsumen sering dihadapkan pada beberapa pilihan seperti memilih merek dari produk tertentu yang hendak kita beli, dimana kita akan membelinya dan menentukan waktu maupun kualitas saat melakukan pembelian. Jadi kita sebagai konsumen dapat dijadikan informasi yang dibutuhkan oleh para Marketer dalam melakukan kegiatan marketing.

Dengan adanya marketing para konsumen tidak perlu memenuhi kebutuhannya secara sendiri-sendiri. Karena dengan melakukan pertukaran dengan para pelaku marketing, konsumen dapat memenuhi kebutuhan maupun kepuasannya dengan mendapatkan produk ataupun jasa.

Bagi perusahaan, marketing memang merupakan kegiatan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan maju-mundurnya perusahaan, karena marketing memiliki fungsi untuk menghasilkan pemasukan. Semakin besar pemasukan maka perusahaan akan semakin maju dan berkembang, sedangkan jika pemasukan kurang atau kecil maka perusahaan akan mengalami kemunduran.

  1. Fungsi Marketing pada Perusahaan

Beberapa fungsi marketing pada perusahaan, diantaranya sebagai berikut ini :

  1. Fungsi Pertukaran

Dengan marketing, konsumen dapat membeli produk yang berasal dari produsen baik itu dengan menukar uang dengan produk maupun melakukan pertukaran produk dengan produk untuk digunakan sendiri ataupun untuk dijual Kembali.

  1. Fungsi Distribusi Fisik

Distribusi fisik pada produk dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk. Produk yang berasal dari produsen akan memenuhi kebutuhan para konsumen dan disalurkan melalui darat, air atau udara. Lalu penyimpanan produk dilakukan dengan cara mengendapkan dan menjaga pasokan produk supaya tidak terjadi kekurangan pada saat diperlukan.

  1. Fungsi Perantara

Untuk dapat menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen dilakukan lewat perantara pemasaran atau marketing yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lainnya seperti pembiayaan, pencarian informasi, pengelompokan produk, dsb.

Di Jamkrida Banten, kami memiliki Bagian Marketing Konvensional terdapat di Divisi Teknik Penjaminan dan Bagian Marketing Syariah terdapat di Divisi Syariah. Kedua Divisi ini merupakan ujung tombak dari pendapatan perusahaan, disamping pendapatan lain dari Divisi Akuntansi yaitu Pendapatan Investasi. Bagian Marketing Konvensional terdapat di Divisi Teknik Penjaminan dan Bagian Marketing Syariah terdapat di Divisi Syariah mempunyai tupoksi memasarkan produk Jamkrida Banten berupa produk Penjaminan Kredit Produktif, Non Produktif dan Surety Bond.

Teknik Marketing yang kami lakukan tentu saja dengan berbagai cara. Berbagai cara dalam pengertian tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan tentu saja dengan berdasarkan kepada Perjanjian Kerjasama (PKS) yang ada. Jamkrida Banten juga sangat merespon perubahan, salah satunya dengan penerapan Aplikasi berbasis Digital yang kami beri nama dengan JiBi Mobile. Dan tentu saja apa yang dilakukan tidak bertentangan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) :

  1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/POJK.05/2017 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Penjamin;
  2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 2/POJK.05/2017 tentang Penyelengaraan Usaha Lembaga Penjamin;
  3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/POJK.05/2017 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang baik Bagi Lemaba Penjamin.

Sumber :

  • New KBM (Komunita Bisa Menulis), Chytra Nur Af’ida, Tehnik Marketing Jahat, Media Sosial Facebook 20 Oktober 2020;
  • Portal Jamkrida banten
  • Dari berbagai sumber (Google.com)
    By Rosalinda